Perkembangan Psikososial Anak Pada Tiga Tahun Pertama
Psikososial Pada Tiga Tahun Pertama
Sejak
awal, beberapa bayi telah menujukkan kepribadian mereka yang berbeda. Terdapat
bayi yang selalu ceria, ada pula yang mudah terganggu emosinya. Ada yang mudah
bersosialisasi, ada pula yang sedikit kesulitan. Sejak masa bayi, perkembangan
kepribadian berkaitan erat dengan hubungan sosial.
Perkembangan
psikososial anak tiga tahun pertama, yaitu:
1. Emosi
Emosi
adalah reaksi subjektif terhadap pengalaman yang diasosiasikan dengan perubahan
fisiologis dan tingkah laku (Sroufe, 1997). Emosi dapat berupa rasa sedih,
gembira,takut, dan lain sebagainya. Setiap anak memiliki cara yang berbeda
untuk merasakan suatu emosi khusus, kejadian yang menyebabkan emosi tersebut,
manifesti fisik yang mereka rasakan (perubahan detak jantung), bahkan bagaimana
mereka bereaksi terhadap hasil kejadian tertentu.
Beberapa
anak mudah untuk merasakan emosi marah, namun beberapa anak juga sulit dibuat
marah. Cara seorang anak merasakan emosi terhadap suatu situasi dan caranya
menunjukkan emosi dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah
budaya. Contohnya, budaya Asia tidak mendukung ekspresi marah dan lebih
mementingkan rasa malu. Berbeda dengan budaya Amerika yang menekankan ekspresi
diri, pernyataan diri, dan harga diri (Cole, Brushi, dan Tamang, 2002).
Perkembangan
emosional merupakan proses yang terjadi secara bertahap, emosi yang ruumit
merupakan suatu hasil dari yang sederhana. Seorang bayi yang berusia 3 bulan
akan tersenyum melihat wajah orang asing, namun pada usia 8 bulan ia mungkin
akan menunjukkan wajah curiga dan cemas akan kehadiran orang asing
dihadapannya.
Tanda
tanda pertama emosi adalah menangis dan tertawa atau tersenyum. Beberapa
penelitian telah menemukan empat pola menangis, tangisan lapar, tangisan marah,
tangisan sakit, dan tangisan frustasi (Wood & Guustfson, 2001). Sedangkan
senyum paling dini pada bayi terjadi secara spontan segera setelah lahir, yang
ternyata adalah hasil aktivitas sistem saraf subkortikal.
2. Temperamen
Temperamen
didefinisikan sebagai karakteristik seseorang, cara biologis untuk mendekati
dan bereaksi terhadap orang dan situasi tertentu. Temperamen mungkin bukan saja
memengaruhi bagaimana pendekatan dan reaksi anak terhadap dunia luar, tetapi
juga bagaimana mereka mengatur fungsi mental, emosional, dan perilaku mereka
sendiri (Rothbart, Ahadi, dan Evans, 2000).
Berbeda
dengan emosi seperti rasa takut, tertarik, bosan yang mungkin akan datang dan
pergi, temperamen relatif konsisten dan menetap. Perbedaan individual dalam
temperamen, berasal dari bangunan biologis dasar seseorang akan membentuk inti
dari perkembangan kepribadian.
Berdasarkan penelitian tentang temperamen oleh New York Longitudinal Studi (NYLS), anak anak memiliki karakteristik yang berbeda yaitu anak “mudah”, anak “susah”, dan anak “lambat dipancing”.
Daftar Pustaka :
Papalia, Old, & Feldman. (2009). Perkembangan Manusia. Jakarta: Salemba Humanika.



Komentar
Posting Komentar