Pendekatan Psikometrik

 

Pengukuran Psikometrik Tradisional

Pada awal abad ke-19, ada upaya untuk mengukur kecerdasan dari karakteristik seperti ukuran kepala, waktu reaksi, kemudian tes tes yang mengukur kekuatan remasan tangan, kesensitifan terhadap rasa sakit, berat, penilaian terhadap waktu, dan juga menghafal. Namun tes ini hanya memiliki nilai prediksi yang sangat kecil.

Namun pada awal abad ke-20, psikolog Alfred Binet menemukan cara mengidentifikasi anak yang tidak mampu menangani tugas. Tes yang dikembangkan oleh Binet dan Theodore Simon adalah tes psikometrik. Anak prasekolah lebih mudah mengikuti tes daripada bayi dan batita karena anak 3-5 tahun lebih mahir dalam berbahasa. Dua tes individu yang umum digunakan untuk anak prasekolah adalah:

1. Standford-Binnet Intelligence Scale


https://i1.wp.com/resources.njgifted.org/wp-content/uploads/2020/02/stanfordbinet-01_orig.jpg?fit=1200%2C628&ssl=1

Tes untuk anak usia 2 tahun ke atas. Tes ini berlangsung sekitar 45-60 menit. Anak diminta untuk mendefinisikan kata-kata, menderetkan biji, membuat bangunan dari balok, mengidentifikasi gambar yang hilang, menelusuri labirin, dan juga menujukkan pehamaman angka. 

https://www.gulfbend.org/images/root/stanford-binet1.jpg

Skor anak dianggap sebagai kemampuan penalaran yang cair, pengetahuan, penalaran kuanitatif, penalaran visual spasial, dan ingatan jangka pendek. Selain memberikan IQ dengan skala penuh, tes ini juga menghasilkan pengukuran terpisah terhadap IQ verbal dan nonverbal, dan skor komposit pada lima dimensi kognitif.

2. Wechsler Preschool and Primary Scale of Intelligence, Revised (WPPSI-III)

https://www.pearsonassessments.com/store/medias/100000102-wppsiiv-assessments-1-size-W530-tablet?context=bWFzdGVyfHJvb3R8MzU2OTl8aW1hZ2UvanBlZ3xzeXMtbWFzdGVyL3Jvb3QvaGI4L2hiMi84OTk2NDIyMjIxODU0LzEwMDAwMDEwMi13cHBzaWl2LWFzc2Vzc21lbnRzLTFfc2l6ZV9XNTMwX3RhYmxldHw3MmFmOTAzMjE4NDQxNWQyMTBiOWJkY2VkZGQzZDFkZTA3NzMxNmI0Zjg3NmU3YzkzYzhmYWYxYjY2MzQxMzlh

Tes berlangsung 30-60 menit sesuai tingkat usia dari 2,5-4 dan 4-7 tahun. Tes ini menghasilkan skor verbal dan kinerja yang terpisah. Revisi pada 2002, memasukkan subtes baru yang didesain mengukur penalaran cair, baik verbal atau nonverbal, kosakata reseptif, ekspresif, dan kecepatan pemrosesan. WPPSI-III sudah divalidasi untuk populasi khusus seperti anak dengan kesulitan intelektual, keterlambatan perkembangan, kelainan bahasa, dan kelainan autistik.






Daftar Pustaka :


Papalia, Old, & Feldman. (2009). Perkembangan Manusia. Jakarta: Salemba Humanika.

Komentar

Postingan Populer