Obesitas Pada Anak Usia Sekolah

 

Kelebihan Berat Badan

Perkembangan vaksin pada masa kanak kanak telah membuat masa tersebut jadi masa kehidupan yang relatif aman, terutama di negara berkembang. Menjadikan masa ini sebagai tingkat kematian terendah dalam rentang kehidupan. Namun, proporsi anak anak kelebihan berat badan meningkat dan diantarnya menderita kondisi kesehatan kronis.

Kelebihan berat badan atau obesitas sering kali merupakan hasil dai kecenderungan bawaan yang diperburuk dengan terlalu sedikit berolahraga dan terlalu banyak ataupun salah mengonsumsi jenis makanan. Anak anak usia sekolah saat ini menghabiskan lebih sedikit waktu untuk berolahraga.

https://blue.kumparan.com/image/upload/fl_progressive,fl_lossy,c_fill,q_auto:best,w_640/v1509592678/vzrep6ufxvipj7femrlj.jpg

Kelebihan berat badan merupakan kelemahan bagi anak usia sekolah. Anak dengan kelebihan berat badan sering kali menderita secara emosional dan mungkin mengimbanginya dengan memanjakan diri mereka dengan kesenangan, membuat masalah fisik dan sosial menjadi lebih buruk. Anak anak ini memiliki resiko masalah perilaku, depresi, dan harga diri rendah. Anak anak tersebut biasanya memiliki masalah kesehatan, termasuk tekanan darah, kolestrol, dan kadar insulin yang tinggi (AAP Committee on Nutrition,2003;NCHS,2004).

Anak dengan kelebihan berat badan cenderung menjadi orang dewasa yang obesitas, beresiko terkena tekanan darah tinggi, penyakit jantung, masalah tulang dan persedian, dan juga diabetes.

Mencegah kelebihan berat badan jauh lebih mudah, murah, dan juga efektif dibandingkan menangani kelebihan berat badan. Pencegahan berat badan melibatkan beberapa komponen seperti orangtua, dokter, ahli gizi, lingkungan, dan juga sekolah. Orangtua dapat menjadikan olahraga sebagai aktivitas rutin keluarga seperti gerak jalan, bermain bola, lari pagi, berenang. Orangtua juga ikut andil dalam mengontrol kegiatan anak seperti mengurangi waktu di depan televisi, membawakan anak bekal untuk ke sekolah, ataupun memberikan kursus khusus olahraga seperti taekwondo.

Orangtua juga harus megawasi pola makan dan kegiatan anak untuk menangani penambahan berat badan berlebihan sebelum anak tersebut mengalami kelebihan berat badan yang parah. Penanganan hal tersebut harus dimulai sejak awal, dan tentunya melibatkan keluarga untuk mendukung perubahan gaya hidup anak tersebut menjadikan hidup sehat sebagai gaya hidupnya. Selama 12 minggu eksperimen dengan 10 anak berusia 8-10 tahun yang mengalami obesitas, waktu mereka menonton televisi dibatasi dan diganti untuk menaiki sepeda keliling komplek, hal  ini menunjukkan pengurangan yang lebih besar pada lemak tubuh secara signifikan daripada kelompok kontrol (Faith et al.,2001).







Daftar Pustaka :


Papalia, Old, & Feldman. (2009). Perkembangan Manusia. Jakarta: Salemba Humanika.

Komentar

Postingan Populer