Obesitas Pada Anak Usia Sekolah
Kelebihan Berat Badan
Perkembangan
vaksin pada masa kanak kanak telah membuat masa tersebut jadi masa kehidupan
yang relatif aman, terutama di negara berkembang. Menjadikan masa ini sebagai
tingkat kematian terendah dalam rentang kehidupan. Namun, proporsi anak anak
kelebihan berat badan meningkat dan diantarnya menderita kondisi kesehatan
kronis.
Kelebihan
berat badan atau obesitas sering kali merupakan hasil dai kecenderungan bawaan
yang diperburuk dengan terlalu sedikit berolahraga dan terlalu banyak ataupun
salah mengonsumsi jenis makanan. Anak anak usia sekolah saat ini menghabiskan
lebih sedikit waktu untuk berolahraga.
Kelebihan
berat badan merupakan kelemahan bagi anak usia sekolah. Anak dengan kelebihan
berat badan sering kali menderita secara emosional dan mungkin mengimbanginya
dengan memanjakan diri mereka dengan kesenangan, membuat masalah fisik dan
sosial menjadi lebih buruk. Anak anak ini memiliki resiko masalah perilaku, depresi,
dan harga diri rendah. Anak anak tersebut biasanya memiliki masalah kesehatan,
termasuk tekanan darah, kolestrol, dan kadar insulin yang tinggi (AAP Committee
on Nutrition,2003;NCHS,2004).
Anak
dengan kelebihan berat badan cenderung menjadi orang dewasa yang obesitas,
beresiko terkena tekanan darah tinggi, penyakit jantung, masalah tulang dan
persedian, dan juga diabetes.
Mencegah
kelebihan berat badan jauh lebih mudah, murah, dan juga efektif dibandingkan
menangani kelebihan berat badan. Pencegahan berat badan melibatkan beberapa
komponen seperti orangtua, dokter, ahli gizi, lingkungan, dan juga sekolah.
Orangtua dapat menjadikan olahraga sebagai aktivitas rutin keluarga seperti
gerak jalan, bermain bola, lari pagi, berenang. Orangtua juga ikut andil dalam
mengontrol kegiatan anak seperti mengurangi waktu di depan televisi, membawakan
anak bekal untuk ke sekolah, ataupun memberikan kursus khusus olahraga seperti
taekwondo.
Orangtua
juga harus megawasi pola makan dan kegiatan anak untuk menangani penambahan
berat badan berlebihan sebelum anak tersebut mengalami kelebihan berat badan
yang parah. Penanganan hal tersebut harus dimulai sejak awal, dan tentunya
melibatkan keluarga untuk mendukung perubahan gaya hidup anak tersebut
menjadikan hidup sehat sebagai gaya hidupnya. Selama 12 minggu eksperimen
dengan 10 anak berusia 8-10 tahun yang mengalami obesitas, waktu mereka
menonton televisi dibatasi dan diganti untuk menaiki sepeda keliling komplek,
hal ini menunjukkan pengurangan yang
lebih besar pada lemak tubuh secara signifikan daripada kelompok kontrol (Faith
et al.,2001).
Daftar Pustaka :
Papalia, Old, & Feldman. (2009). Perkembangan Manusia. Jakarta: Salemba Humanika.

Komentar
Posting Komentar