Kenapa Milih Kampus Ini? Padahal Kan...

 

Kok Tiba-Tiba di Gunadarma?

Hi Beauty!

Kali ini aku akan bahas tentang perjalanan aku sampai pada akhirnya memilih Gunadarma sebagai tujuan menimba ilmu selanjutnya.

Oh iya, kenapa judul nya “Kok Tiba-Tiba di Gunadarma?”. Sebenarnya itu aku kutip dari pertanyaan yang mayoritas diajukan oleh teman temanku. Karena mereka tau bahwa universitas ini bukan tujuan awal ku. Oleh karena itu aku ingin berbagi cerita tentang hal ini.


Awal mulanya, aku menjalani hari ku di sekolah seperti biasa namun setelah kembali dari kantin. Salah satu temanku memberitahu bahwa aku ditunggu di ruang BK oleh Bu D. Aku sempat bingung dan merasa bahwa apa aku memiliki kesalahan, namun terlepas dari pikiran buruk itu aku tetap melangkahkan kaki ke arah ruang BK berada.

Seusainya, Bu D memberikan ku brosur Universitas Gunadarma. Alih alih mengambilnya, aku justru bertanya maksudnya. Kemudian Bu D menjelaskan bahwa itu merupakan brosur masuk Universitas Gunadarma Jalur Beasiswa siswa berprestasi, yang artinya jika aku membeli brosur tersebut aku berhak mendapatkan beasiswa sebesar potongan sekian persen. Selain itu, Bu D juga turut menjelaskan mengenai universitas tersebut. Bu D membujuk ku untuk berdiskusi dahulu dengan orangtua untuk memutuskan mengambil beasiswa tersebut atau tidak.

Bukannya memberitahu dan berdiskusi dengan orangtua, keesokannya aku langsung menolak halus beasiswa tersebut. Hal tersebut dilakukan karena beberapa alasan seperti tekad ku sangat kuat untuk masuk ke perguruan tinggi negri dan alasan lainnya adalah universitas swasta biayanya lumayan mahal bagiku.

Beberapa minggu berlalu, aku tidak diterima masuk PTN melalui jalur SNMPTN. Mulai dari situ, orangtua ku berfikir akan mencarikan universitas swasta sebagai alternatif untuk worst case. Saat itu aku merasa sangat bersalah karena membayangkan betapa mahalnya biaya jika kuliah di universitas swasta. Di momen itu, aku baru berbicara kepada orangtuaku jika aku mendapat tawaran beasiswa dari Universitas Gunadarma. Beberapa hari setelah orangtua ku meriset segala hal tentang universitas tersebut, mereka mengajakku untuk melihat kampus tersebut. Malam harinya, mereka memerintahkan ku untuk menghubungi Bu D dan menanyakan kembali perihal tawaran tersebut.

Dengan pertimbangan yang sangat matang, orangtua ku memutuskan untuk membayar lunas biaya kuliah di Universitas Gunadarma. Hei, cerita ku belum usai disini. Karena setelahnya aku masih sangat mengusahakan agar dapat masuk PTN. Aku mengikuti banyak jalur masuk seperti SNMPTN, SBMPTN, Jalur mandiri rapot, Jalur mandiri tulis, dan serangkaian tes lainnya. Namun yang namanya takdir yang menentukan adalah tuhan dan manusia hanya bisa menerimanya dengan ikhlas, aku tidak diterima di semua PTN yang diusahakan. Jadilah aku officially gunadarma student hehe.

Kalau dibilang nyesel sih ya ada sedikit namun aku ambil hikmahnya saja. Lagipula, sampai sekarang aku dapat bertahan bahkan mendapatkan IP sempurna di semester pertama. Doakan semoga di semester selanjutnya juga bagus ya! Amin. Selain itu, teman temanku juga sangat fit denganku. Jadi ya semua hal pasti ada sisi positif dan negatif nya, tinggal bagaimana cara kita menanggapinya. Oh iya by the way aku mahasiswi semester 2 Jurusan Psikologi, yuk beauty masuk psikologi!

Nah, kira kira itulah rangkuman bagaimana aku akhirnya dapat menjadi mahasiswi Gunadarma. Jadi apabila rencana yang kalian usahakan tidak berjalan lancar, percayalah bahwa tuhan telah menyiapkan rencana lain untuk hambanya.


See you later, beauty!

Komentar